Sebuah Ucapan Penting yang Terasa Tak Penting Lagi

Note sebelum baca : Cuma sebatas argumen saya, dan apa yang saya rasakan saja.

Yup menjelang hari Idul Fitri pasti banyak yang meminta maaf baik itu ke saudara, teman, pacar, dan yang pasti orang tua. Tapi seberapa tulus pengucapan maaf itu? 

Mudahnya mengakses jejaring sosial di era masa kini memudahkan orang untuk meminta maaf ke semua relasi-relasi kita tercinta. Misal BBM ada broadcast, atau kalau misal Facebook atau Twitter update status, Instagram posting foto sama caption, Line atau Whatsapp atau Telegram bisa coppas- coppas ucapan kita. 1 Hal yang terngiang-ngiang di pikiran saya yaitu coppas, broadcast, dll. *3 Hal Bego hehe.

Kenapa, dengan begitu kita tidak tulus mengucapkan permohonan maaf kita. Setidaknya dimataku. Kalau mau minta maaf yang bener-bener maaf ya diucapkan atau diutarakan ke masing-masing orang secara khusus. Meskipun melalui media sosial bisa melalui Private Message (PM). Tapi tetep diketik 1-1 kalo tiap PM kita cuma coppasin permintaan maaf kita sama aja ga serius. Karena sesungguhnya disaat kita meminta maaf itu seharusnya memikirkan apa yang menjadi kesalahan kita. Dan kita meminta maaf karenanya. Gatau salahnya apa? ya gapapa sih tinggal tulis aja sama kayak biasanya kayak mohon maaf baik disengaja atau tidak disengaja tapi mungkin ditambahi kata-kata tertentu yang menjadi ciri khas status pertemanan kalian, misal "semoga setelah hari yang fitrah ini kita ga pernah berantem lg", atau "bisa lebih akrab lagi pertemanan kita", atau "hubungan kita makin membaik". Kesannya alay? Kayak ucapan ultah? Nope. Itu doa kita yang lebih tulus buat temen-temen. Dibanding dengan update status / broadcast / coppas2 :

"Met Idul Fitri ya, mohon maaf lahir batin baik yang disengaja atau tidak disengaja". Mungkin kalo orang lain yang baca ohh yaa minal aidzin jg mohon maaf jg. Dan selesai begitu saja. Yang ngucapin gatau salahnya apa, nyampein ke siapa, yang maafin jg sebatas formalitas aja.

Just My Humble Oppinion Though, mohon maaf ga niat nyinggung, soalnya kan mungkin ada juga emang yang kita ngelakuin kesalahan ga sengaja sama seseorang jadi minta maafnya secara global karena gak tau salah nya ke siapa kan takut-takut ada salah. Cuma ya lebih baik mungkin jgn coppas, lebih baik ke personal ngetik 1-1 :)

Previous
Next Post »